Bisnis Reseller – Peluang Usaha yang Menjanjikan

Apa itu reseller ? Reseller adalah kegiatan menjual kembali sebuah produk yang didapat dari produsen, supplier, atau agen, kemudian dijual langsung kepada konsumen dengan harga yang lebih murah tanpa perantara pihak lain.

Reseller hanya perlu mengemas produk, kemudian mengirimkannya kepada konsumen. Berbeda dengan dropshipper yang hampir tidak perlu mengeluarkan modal, reseller harus mengeluarkan modal terlebih dahulu untuk memulai berjualan.

Cara Kerja Reseller

Jalur distribusi umum :
Produsen – Distributor 1 – Distributor 2 – Distributor 3 – Konsumen

Jalur distribusi Reseller :
Produsen – Reseller – Konsumen

Seorang reseller itu memangkas jalur distribusi yang panjang, jika produk didapat langsung dari produsen, reseller akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudian sampai ke tangan konsumen dengan harga diluar harga pasaran.

Contoh Cara Kerja Reseller :

Harga produk secara umum :
Susu kambing bubuk merk Etta, kemasan kotak, isi 10 sachet @25 gr, harga di pasaran Rp. 75.000 per kotak. (harga tinggi karena melalui banyak distributor).

Harga produk sistem Reseller :
Dengan merk dan spesifikasi yang sama atau produk berbeda tapi spesifikasi dan kualitas sama (merk lain).

Didapat langsung dari produsen dengan harga Rp. 30.000 per kotak dengan syarat pertama kali beli minimal 100 kotak.

Dari sini kamu harus mengeluarkan uang minimal 3 juta untuk modal awal. Setelah itu kamu bisa jual susu kambing bubuk tersebut dengan harga yang lebih murah kepada konsumen.

Kelebihan dan Kekurangan Reseller

Setiap usaha pasti memiliki resiko, sebelum memulai bisnis ini, sebaiknya kamu tahu kelebihan dan kekurangan menjadi seorang reseller.

Kelebihan Bisnis Reseller

  • Memiliki stok barang
  • Tidak tergantung pada satu produsen
  • Lebih mudah dalam menyesuaikan besarnya keuntungan yang ingin didapat
  • Dapat membuat branding bisnis sendiri
  • Lebih dekat dengan konsumen

Kekurangan Bisnis Reseller

  • Harus memiliki modal awal
  • Harus menyiapkan tempat produk (gudang)
  • Resiko barang rusak atau tidak laku ditanggung sendiri
  • Semua dikelola secara mandiri (pemasaran, melayani konsumen, pengemasan, pengiriman dan komplain)
  • Ada syarat dan ketentuan yang berbeda-beda dari produsen

Memulai Bisnis Reseller

Sebelum memulai bisnis reseller, lakukan riset dan analisa pasar. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisr kerugian.

1. Buatlah brand (merk)

Saat ini banyak perusahaan besar yang menjual produk milik perusahaan lain, seperti Bukalapak, Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Meskipun ada sebagian yang dihasilkan oleh perusahaan mereka sendiri, namun sebagian besar produk dari perusahaan lain. Pilihlah nama brand yang unik, menarik, dan mudah diingat, jangan memilih nama yang sudah pasaran, sudah banyak dipakai oleh orang lain, bahkan sulit untuk diucapkan.

Contoh brand produk pakaian :

  • Rabbani
  • Zoya
  • Shafira
  • Elmina

Contoh brand produk minuman :

  • Shean Goat
  • Etta goat milk
  • Nyoklat
  • Thai tea

Catatan : Tidak semua produk mengizinkan untuk dijual dengan branding kita. Artinya, kamu tetap bisa menjual produk mereka dengan syarat branding tidak boleh dirubah (tetap menggunakan merk dari produsen).

2. Produk apakah yang nantinya akan kamu jual ?

Setelah menentukan brand yang akan kamu gunakan nanti, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis produk yang akan kamu jual.

Produk terlaris untuk usaha Reseller :

  • Produk fashion : hijab, pakaian, sepatu
  • Perlengkapan bayi
  • Produk rumah : tupperware
  • Produk herbal : susu kambing, madu
  • Produk aksesoris : kacamata, jam tangan

3. Lebih selektif ketika akan menjual beberapa produk

Apabila kamu masih pemula, sebaiknya jangan terlalu banyak menjual bermacam produk. Pilihlah beberapa produk saja dulu, agar kamu lebih fokus untuk membesarkan nama brandmu.

Catatan : lakukan riset pasar untuk memilik produk terbaik

4. Spesifik dalam memilih produk

Spesifik dalam memilih produk agar kamu lebih fokus pada pemasaran, penjualan, sumberdaya, kompetitor, dan faktor lainnya. Misal jika kamu ingin berjualan baju anak, maka lebih spesifikkan lagi yaitu baju anak yang bermotif kartun, dan lain-lain.

Catatan : lakukan riset pasar untuk menentukan spesifikasi produk terbaik

5. Mencari produk yang stabil

Hindarilah memilih produk yang sifatnya hanya sementara, trend, atau seasonal (musiman). Pilihlah produk yang memiliki penjualan stabil, supaya brand kamu dapat bertahan lama.

Contoh : Produk fashion dan Perlengkapan bayi

Catatan : lakukan riset pasar untuk mencari produk terbaik

6. Memilih produk yang memiliki permintaan tinggi

Carilah produk yang memiliki tingkat permintaan tinggi dari konsumen, agar dapat meningkatkan brand perusahaanmu, dan pastinya keuntungan dalam jumlah yang besar.

Contoh : jilbab syari, sepatu kets, madu asli, susu kambing

Catatan : lakukan riset pasar untuk mencari produk dengan permintaan tinggi

7. Carilah produk yang tidak mudah rusak

Bisnis reseller membutuhkan produk yang tidak mudah rusak, karena mengingat cakupan bisnis online yang sangat luas, bisa antar daerah, nasional, bahkan internasional. Sehingga kamu harus mengemas produk tersebut dengan sangat baik, agar sampai ke tangan pelanggan dengan aman.

Pilihlah produk yang ringan dan kuat, jangan yang berat namun rapuh, contoh produk yang ringan dan kuat seperti pakaian, sedangkan yang berat tapi rapuh seperti vas kaca/keramik berukuran besar.

8. Menghindari produk yang memiliki banyak kompetitor raksasa

Alangkah baiknya jika kamu memilih produk yang memiliki kompetitor kecil, hindarilah memilih produk yang memiliki kompetitor raksasa. Karena hal tersebut justru akan membuat produk yang kamu jual malah semakin meredup dan tidak terkenal.

Namun jika memang barang tersebut yang dijual, maka kamu harus memiliki strategi pemasaran yang baik agar dapat meningkatkan omset penjualan.

Catatan : lakukan riset dan analisa produk di pasaran

9. Pilihlah produk yang simple

Agar proses pengemasan mudah dan tidak rumit, maka pilihlah produk yang simple untuk kamu jual.

10. Tentukan target pasar

Kamu harus mempertimbangkan dan menentukan siapa saja yang akan menjadi target produkmu, mulai dari usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, dan faktor lainnya. Manfaat menentukan target pasar adalah agar kamu dapat lebih fokus untuk menentukan identitas para konsumen.

11. Mencari supplier yang tepat dan professional

Setelah menentukan jenis produk yang akan kamu jual, langkah selanjutnya adalah mencari supplier sebagai sumber pemasok.

Pilihlah supplier yang menawarkan harga termurah namun memiliki kualitas barang yang terbaik. Pastikan juga supplier yang kamu pilih memiliki kredibilitas agar kamu tidak dirugikan dikemudian hari.

12. Berikan pelayanan terbaik kepada konsumen

Salah satu tips sukses menjadi seorang reseller adalah memberikan pelayanan terbaik bagi setiap konsumennya.

Dengan pelayanan luar biasa yang kamu berikan, konsumen akan terkesan dan akan menyebarkan apa yang mereka rasakan kepada orang lain disekitarnya.

Pelayanan yang memuaskan kepada konsumen, akan mendorong berjalannya strategi pemasaran yang paling efektif, yaitu strategi “dari mulut ke mulut”.

Pelayanan terbaik

Beberapa cara memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen :

  1. Berikan respon yang cepat terhadap setiap pertanyaan-pertanyaan, order, pesan, ataupun kritik dari konsumen.
  2. Gunakanlah bahasa yang sopan, santun, dan ramah, ketika melayani dan berkomunikasi dengan konsumen.
  3. Siapkanlah solusi terbaik untuk masalah yang mungkin terjadi, seperti masalah pengembalian barang, atau barang yang tidak terkirim.
  4. Berikan penawaran menarik kepada konsumen, berupa diskon, atau hadiah khusus untuk setiap pembelian.

Apapun usaha kamu, pastikan berikan pelayanan terbaik, apalagi jika bisnismu berkaitan dengan jasa, seperti pangkas rambut, bisnis laundry, jasa jahit dst.

Demikian informasi tentang bisnis reseller, semoga bermanfaat.

Leave a Comment