Cara Mendirikan Yayasan

Cara mendirikan yayasan baik itu secara mandiri maupun dengan bantuan biro jasa membutuhkan beberapa dokumen penting yang menjadi persyaratannya.

Sebelum kamu mengurus pendirian yayasan, baiknya kamu ketahui terlebih dahulu apa saja syaratnya, prosedur, dan biaya yang dibutuhkan.

Pengertian Yayasan

Yayasan (foundation) adalah organisasi dengan badan hukum yang bergerak di sektor agama, sosial, dan kemanusiaan. Biasanya yayasan dikelola oleh swasta dan sifatnya non-profit.

Yayasan di Indonesia umumnya memiliki peran aktif dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai lini kehidupan.

Syarat Dokumen Mendirikan Yayasan

Dalam proses mendirikan yayasan, kamu harus melengkapi beberapa dokumen penting yang nantinya akan digunakan saat membuat akta yayasan. Dokumen-dokumen tersebut adalah sebagai berikut:

  • Nama yayasan
  • Keterangan jumlah kekayaan yayasan
  • Bukti modal atau aset sebagai kekayaan yayasan
  • Fotokopi KTP semua pendiri yayasan
  • Fotokopi KTP milik ketua (pembina), dan pengurus yayasan
  • Fotokopi NPWP pribadi milik ketua (pembina) yayasan
  • Fotokopi SPPT PBB/ perjanjian sewa kantor yayasan
  • Surat pengantar dari RT/ RW domisili yayasan
  • Dokumen lainnya terkait yayasan (jika dibutuhkan)

Baca juga : Cara Mendirikan PT

Prosedur Mendirikan Yayasan

Ada beberapa tahapan dalam proses pendirian yayasan. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

Menentukan Nama Yayasan

Sebelum kamu bisa memiliki yayasan, kamu lebih dulu harus menyiapkan minimal tiga nama untuk yayasan yang akan dibentuk.

Nama-nama tersebut kemudian akan dikaji oleh Kemenkumham melalui notaris. Proses penentuan nama ini setidaknya membutuhkan waktu satu bulan.

Setelah nama yayasan disetujui, baru kamu bisa melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses pendirian yayasan.

Menetapkan Fokus Yayasan

Pada awal proses pendirian, kamu harus lebih dulu menetapkan fokus yayasan. Apakah yayasan yang akan dibentuk bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, atau lainnya.

Dilengkapi pula dengan visi dan misi, supaya bisa menjadi acuan penting dalam pelaksanaan kegiatan yayasan di kemudian hari.

Membentuk Struktur Kepengurusan

Setelah menentukan fokus yayasan, kamu juga harus membentuk struktur kepengurusannya. Meliputi ketua (pembina), pengurus, dan pengawas.

Pada pelaksanaannya, yayasan akan dikelola sepenuhnya oleh pengurus. Pengurus juga memiliki kewajiban untuk melaporkan keuangan dan juga perkembangan yayasan kepada ketua atau pembina.

Sementara pengawas memiliki tugas memberi masukan atau nasihat hukum kepada pengurus terkait kegiatan yayasan.

Jabatan pengurus yayasan berlaku selama lima tahun dan dapat diangkat kembali dari hasil kesepakatan pembina atau ketua.

Membentuk Badan Pengawas

Tugas dari pengawas yayasan adalah memberikan masukan atau nasihat hukum kepada pengurus terkait hal pelaksanaan kegiatan yayasan.

Badan pengawas yayasan ini ditunjuk dan diangkat oleh ketua atau pembina dengan masa kerja selama lima tahun. Pembina juga berhak memberhentikan pengawas dengan alasan tertentu kapan saja.

Menyusun Anggaran Dasar

Salah satu dari rangkaian proses pendirian yayasan adalah dengan menyusun anggaran dasar (AD).

Hal yang ada di dalam AD adalah hal-hal seperti identitas yayasan, meliputi nama yayasan, lokasi, dan visi misi, program kerja yayasan, nilai aset yang dimiliki yayasan, struktur organisasi, hak dan kewajiban pengurus, tata cara pengangkatan anggota, dan tata cara pembubaran yayasan.

Penandatanganan Akta Notaris

Setelah melewati proses pada poin 1 hingga 5 di atas. Kamu bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya yakni penandatanganan akta notaris.

Akta yayasan dikeluarkan oleh notaris dan harus ditandatangani oleh pendiri yayasan, serta harus mendapat pengesahan dikeluarkan oleh Kemenkumham.

Seperti itu prosedur mendirikan yayasan, kamu bisa mengurusnya secara pribadi dengan mendatangi langsung kantor notaris. Atau kamu juga bisa menggunakan biro jasa yang menyediakan layanan pendirian yayasan.

Baca juga : Perbedaan CV dan PT

Biaya Mendirikan Yayasan

Biaya mendirikan yayasan jika kamu menggunakan layanan biro jasa adalah sekitar Rp 8 juta. Tetapi harga ini bervariatif karena tergantung dari biro jasa yang kamu gunakan, dan juga domisili yayasan kamu akan dibentuk.

Biaya mendirikan yayasan ini tidak termasuk dengan jumlah kekayaan awal yang dimiliki yayasan. Sehingga baiknya sebelum menjalani langkah-langkah cara mendirikan yayasan, kamu harus lebih dulu menyiapkan biaya dan dana lain yang dibutuhkan.

Kelebihan Mendirikan Yayasan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, yayasan adalah organisasi non-profit, artinya yayasan yang dijalankan tidaklah berdiri dengan tujuan mencari keuntungan.

Justru yayasan dibentuk dengan tujuan sesuai bidang yang dipilih, seperti kemanusiaan, sosial, maupun keagamaan. Adapun kelebihan mendirikan yayasan adalah:

  • Memberikan dampak positif bagi masyarakat
  • Membantu pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya
  • Menjadi jembatan para donatur turut andil menolong masyarakat yang membutuhkan

Yayasan adalah organisasi berbadan hukum di sektor agama, sosial, maupun kemanusiaan, dan bersifat non-profit. Pendirian yayasan berdasarkan akta yang dibuat notaris dan mendapat pengesahan nama dari Kemenkumham.

Berdirinya suatu yayasan memiliki tujuan untuk membantu program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat, dan juga sebagai jembatan untuk para donatur yang ingin membantu pelaksanaan yayasan tersebut.

Demikian penjelasan mengenai cara mendirikan yayasan beserta biaya yang harus kamu keluarkan dalam proses pendiriannya. Semoga bermanfaat dan membantu dalam menjawab pertanyaan kamu terkait mendirikan yayasan.